Jangan Anggap Mereka Benar – Benar Disable!

 

“Saya beruntung, karena punya kesempatan untuk mendokumentasikan acara fieldtrip yang peserta kegiatannya adalah anak-anak downsyndrome.”

Salah satu peserta kegiatan yang baru saja tiba di lokasi kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung sama sekali tidak ada bedanya dengan kegiatan – kegiatan pada umumnya. Walau segmentasi utama dari kegiatan tersebut adalah anak downsyndrome. Mereka tetap disuguhkan kegiatan fieldtrip pada umumnya seperti bermain games, jalan – jalan, dan lomba mewarnai.

Kegiatan dibuka dengan agenda memperkenalkan rangkaian kegiatan kepada para peserta.

Di balik itu semua, terlihat jelas semangat yang begitu besar dari para orang tua yang senantiasa mendampingi peserta. Kebanyakan dari mereka adalah seorang ibu. Dari kebanyakan hal yang para ibu lakukan, terlihat juga jelas terlihat bahwa mereka punya harapan yang sangat besar untuk para buah hatinya.

Salah satu momen seorang ibu, mencoba untuk memberi semangat kepada anaknya.

Seorang ayah, salah satu orang tua peserta kegiatan yang ingin mengabadikan momen foto bersama.

Dalam pengantar pada rilisan Pusat Kajian Disabilitas, Fakultas Ilmu – Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia. Penyandang disabilitas yang dalam percakapan sehari-hari disebut sebagai orang cacat, sering dianggap sebagai warga masyarakat yang tidak produktif, tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehingga hak-haknya pun diabaikan.

lomba mewarnai, salah satu rangkaian acara.

Andi Nur Fitri Balasong, salah satu anggota KOADS (Komunitas Orang Tua Anak dengan Down Sindrom), yang juga merupakan ketua panitia kegiatan tersebut mengatakan “Kita perlu memperkaya perspektif no one left behind dan kesetaraan. Pandangan tersebut berarti memberikan ruang yang bagi para disaabilitas untuk menjalankan kewajibannya serta mendapatkan hak nya”.

“Orang tua seharusnya berposisi sebagai orang yang menerima dan ikhlas. Dari penerimaan tersebut, berlanjut ke memberikan kepercayaan dan melatih tumbuh kembang anak. Dari sisi horizontal, orang tua berperan sebagai system inti yang mengkomunikasikan dan membangun support system terhadap keluarga besar, lingkungan serta masyarakat lainnya.” Tambahnya.

Momen salah satu orang tua yang turut berbahagia di sela berlangsungnya kegiatan.

Semoga semangat dan upaya yang dilakukan oleh orang orang tersebut bisa menular ke masyarakat luas. Harapannya, kita semua bisa tetap saling menghargai dan melakukan perilaku yang honorable untuk mereka yang dianggap difabel.

Terpopuler

Terbitan Panduan Ibadah Ramadan Kemenag Selama Pandemi Covid-19

Durasi.id – Kementrian Agama (Kemenag) menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Wabah...

Kingdom: Jadi Anak Raja tidak Selalu Memuaskan!

Judul Series: Kingdom Tahun Rilis: 2019-? Sutradara: Kim Seong-Hun Genre: Action, Drama, Horror Durasi: 45 Menit/episode Produser: AStory Pertama-tama, harus saya katakan...

Yoo Jae-Suk , dari Belalang Hingga Menjadi MC Nasional Korea

Siapa yang tidak kenal dengan selebriti asal Korea Selatan yang satu ini? Yoo Jae-Suk adalah seorang komedian asal Korea Selatan, yang sudah...

Ini Jenis Perundungan yang Harus Kamu Tahu

Perundungan atau bullying merupakan tindakan agresif yang melibatkan ketidakseimbangan sehingga merugikan orang lain. Perilaku perudungan biasanya dilakukan oleh sosok yang merasa punya...

Keberlangsungan Aktivitas Lembaga Kemahasiswaan Selama Masa Pandemi

Status pandemi punya dampak dan hubungan yang kuat dengan sektor-sektor lain, tidak hanya kesehatan. Situasi tersebut kemudian juga dirasakan oleh lembaga kemahasiswaan yang katanya tidak mengenal istilah “libur”. Kami punya beberapa ulasan mengenai aktivitas lembaga kemahasiswaan yang sampai hari ini masih tetap berjalan, silahkan simak ulasan kami.

Into the Night: Bertahan Hidup Anti Mainstream di Tengah Apokaliptik Bumi

Kalian penggemar cerita apokaliptik bumi? Serial TV yang baru saja rilis awal Mei ini mungkin bisa jadi salah satu pilihan tayangan hiburan. Tapi apakah tontonan ini benar-benar worth it?