Merayakan Hari Kolase Dunia Dengan Harapan yang Besar

Awalnya, saya hanya memandang proses pembuatan kolase sebagai sebuah proses rekreasional saja. Orang orang yang pertama kali kulihat menggunting dan menempelkan kertas pada sebuah medium terlihat menjalakannya begitu mudah. Jika proses kreatif secara umum dipandang memerlukan konstentrasi tingkat tinggi, maka membuat kolase adalah cara termudah yang pada saat itu kusimpulkan.

Peserta yang berkunjung di peringatan Hari Kolase Dunia 2022 Makassar

Seiring berjalannya waktu, saya kemudian mulai tertarik dan ikut serta membuat kolase pertamaku. Saat itu pas sekali saya juga sedang mengemban sebuah tanggung jawab politis di himpunan mahasiswa tempatku berkuliah. Saya menjadi koordinator untuk bidang seni, games dan olahraga. Karena rasa penasaranku yang sudah mulai tumbuh dan terus menerus bertumbuh tentang kolase, maka kuhadirkanlah sebuah kelas pembuatan kolase.

Acaranya tidak besar, hanya butuh gorengan dan kopi sebagai penyegar dan pencair suasana. Saat itu, salah satu kakak tingkatku menjadi fasilitatornya. Dia jugalah yang menjadi salah satu inisiator dalam ketertarikanku terhadap kolase. Saat dia membawakan materinya, ternyata proses pembuatan kolase tidak hanya “gunting & tempel” saja.

Beberapa karya kolase yang dibuat untuk meryaakan Hari Kolase Dunia 2022 Makassar

Jauh dari kegiatan mudah yang sebelumnya kusimpulkan, proses pembuatan kolase menganut berbagai faktor dan tanggung jawab besar di dalamnya. Kau yang misalnya suka dengan isu social politik tertentu dan kemudian menyuarakan aspirasimu pada medium kolase adalah termasuk salah satu orang yang kemudian mengambil peran pada sebuah proses penyampaian pendapat.

Salah satu karya kolase dari peserta

Sependek riset dan pemahamanku, dahulu kolase memang digunakan sebagai sebuah aktivitas untuk menyampaikan pesan bahkan propaganda. Semangat anti kemapanan yang diusung oleh proses pembuatan kolase membuatnya unik, karena kolase adalah seni yang konstruk dan tidak mengenal hak cipta. Di saat hari ini semua pencipta karya sedang sibuk mempertahankan hak cipta atas karya yang dibuatnya, kolase tidak melirik jalan yang sama.

Mereka dengan sigap memandang bahwa originalitas adalah sebuah fase yang terus berputar, tidak ada yang benar – benar original dan semua yang telah terpublish adalah hak yang bersifat umum. Berdasarkan asumsi tersebut, saya kemudian merasa tertegur karena hanya memandang kolase, dulunya hanya dengan sebelah mata.

Begitu juga dengan komunitas dan kolektif kolase yang ada di Makassar. Saya sebagai orang yang merasa baru penasaran dan mencoba bergelut pada bidang kolase mungkin belum banyak tahu tentang perkembangan komunitasnya di kota Makassar. Namun untuk beberapa tahun belakangan, setidaknya sejak tahun 2019 telah hadir Collageendestroy sebagai salah satu kolektifnya.

Saya mengenal beberapa orang yang menggagas kolektif tersebut, saat kuulik di Hari Kolase Sudunia 14 Mei 2022 kemarin di Kedai Djaja Makassar. Ternyata terbesit harapan yang begitu besar terhadap kolektif yang diinisasinya. Collageendestroy diharapkan dapat menjadi medium bagi para pegiat kolase yang ada di Makassar. Ketika nantinya para pegiat kolase malu dan tidak tahu ke mana Ketika ingin membagikan gagasan dan karya kolasenya, maka di situlah Collageendestroy hadir.

Dulunya kukira Collagendestroy hanya jadi pelarian orang – orang yang kukenal, setelah lulus dari kampus. Ternyata semakin ke sini, kolektif tersebut semakin berkembang. Punya gaya dan stylenya sendiri. Mulai mengembangkan jaringan pertemanannya dan mulai turut andil dalam pergerakan dan perkembangan kolase yang ada di kota Makassar.

Proses pembuatan manual kolase

Bahkan, kolektif Collagendestroy diharapkan jadi medium yang tidak hanya digunakan untuk berkarya. Tetapi juga diharapkan dapat menjadi tempat untuk mengembangkan potensi diri masing – masing orang yang bergabung di dalamnya.

Selamat untuk perayaan Hari Kolase Dunia, kemarin. Semoga acara tersebut dapat berdampak baik bagi orang – orang yang sempat berkunjung.

Salam gunting dan Tempel.

Terpopuler

Terbitan Panduan Ibadah Ramadan Kemenag Selama Pandemi Covid-19

Durasi.id – Kementrian Agama (Kemenag) menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Wabah...

Kingdom: Jadi Anak Raja tidak Selalu Memuaskan!

Judul Series: Kingdom Tahun Rilis: 2019-? Sutradara: Kim Seong-Hun Genre: Action, Drama, Horror Durasi: 45 Menit/episode Produser: AStory Pertama-tama, harus saya katakan...

Yoo Jae-Suk , dari Belalang Hingga Menjadi MC Nasional Korea

Siapa yang tidak kenal dengan selebriti asal Korea Selatan yang satu ini? Yoo Jae-Suk adalah seorang komedian asal Korea Selatan, yang sudah...

Ini Jenis Perundungan yang Harus Kamu Tahu

Perundungan atau bullying merupakan tindakan agresif yang melibatkan ketidakseimbangan sehingga merugikan orang lain. Perilaku perudungan biasanya dilakukan oleh sosok yang merasa punya...

Keberlangsungan Aktivitas Lembaga Kemahasiswaan Selama Masa Pandemi

Status pandemi punya dampak dan hubungan yang kuat dengan sektor-sektor lain, tidak hanya kesehatan. Situasi tersebut kemudian juga dirasakan oleh lembaga kemahasiswaan yang katanya tidak mengenal istilah “libur”. Kami punya beberapa ulasan mengenai aktivitas lembaga kemahasiswaan yang sampai hari ini masih tetap berjalan, silahkan simak ulasan kami.

Into the Night: Bertahan Hidup Anti Mainstream di Tengah Apokaliptik Bumi

Kalian penggemar cerita apokaliptik bumi? Serial TV yang baru saja rilis awal Mei ini mungkin bisa jadi salah satu pilihan tayangan hiburan. Tapi apakah tontonan ini benar-benar worth it?