Kita adalah “Sang Alkemis” dan Mari Mengubah Pandangan Hidup Melalui Novelnya

Sang Alkemis adalah sebuah karya novel yang ditulis oleh seorang penulis hebat dari
brazil, Paulo Coelho. Buku tersebut pertamakali diterbitkan pada tahun 1998 dan berhasil
menyandang status sebagai best seller. Sang Alkemis berkisah tentang perjalanan seorang anak pengembala yang bernama Santiago.

Santiago menempuh sebuah perjalanan spiritual untuk mencapai sebuah legenda
pribadinya yang dia dapat dalam mimpinya. Dalam gaya kepunilasannya pun tidak diragukan lagi, Paulo Coelho akan membawa kalian seperti benar-benar hidup, seolah melihat berbagai pemandangan indah di Andalusia, merasakan ramainya kehidupan di Tangier, betapa seramnya gurun pada malam hari, dan betapa eksotisnya ketika disinari oleh Mentari.

Kekagumanku dengan tutur kata pada buku Sang Alkemis, kemudian membuatku
dengan mudah dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai inspirasi dalam menjalani
keseharian. Sang Alkemis adalah tokoh yang sarat akan nilai, contoh serta keteladanan.

Pemenuhan Takdir

“Dan, saat kamu menginginkan sesuatu, segenap alam semesta bersatu untuk
membantumu meraihnya.”

Seperti itulah salah satu pesan penting dalam novel Sang Alkemis. Kalimat rersebut
merupakan nasehat dari Raja Salem yang diberikan kepada Santiago untuk menempuh
perjalanannya memenuhi legenda pribadinya. Apa itu Legenda Pribadi ? “Apa yang selalu
ingin kita tunaikan.”, kata Raja Salem.

Saya kemudian menafsirkan bahwa manusia adalah makhluk yang mempunyai takdirnya (Legenda Pribadi) masing-masing. Proses pemenuhan takdir dan agar cita-cita kita tercapai adalah dengan dengan melewati berbagai proses-proses kehidupan.

“Setiap orang di dunia ini, apapun pekerjaannya, memainkan peran penting dalam
sejarah dunia. Dan biasanya orang itu sendiri tidak menyadarinya”.
“Banyak orang dalam ketidakmampuannya untuk memenuhi legenda pribadinya dan
akhirnya mempercayai dusta terbesar di dunia. Dusta terbesar di dunia adalah kita
kehilangan kendali atas diri kita dan hidup kita dikendalikan oleh nasib (kadang juga
menyalahkan nasib).”

Secara tidak sadar, beberapa petikan kalimat yang terdapat di lembar demi lembar
novel Sang Alkemis merepresentasikan pandanganku tentang dunia. Tentang legenda pribadi, tentang pemenuhan takdir.

Setiap Hal Adalah Tanda
“Tuhan sudah menyediakan jalan bagi tiap orang untuk diikuti. Kamu hanya perlu
membaca tanda-tanda yang ditinggalkannya untukmu”.

Dalam serangkaian perjalanan Santiago, “Pertanda” adalah alarm pengingatnya. seperti
bagaimana melihat kupu-kupu, matahari, laut, angin, gurun serta orang-orang yang semua
adalah tanda (tergantung bagaimana kita memahaminya).

Representasi tanda yang dituangkan dalam novel tersebut kemudian mengingatkanku
dengan hal hal di sekitarku. Saya kemudian selalu teringat akan satu kutipannya yang berbunyi

“Setiap hal adalah tanda, selama tanda itu mengingatkan kamu tentang hal-hal
baik.”

Dalam kehidupan nyata, saya belajar banyak pada lingkungan terdekat yang menjadi
bagian dari keseharian, Ketika bercakap-cakap atau nongkrong dengan teman di suatu café, di meja-meja lain ada orang yang sedang mengerjakan tugasnya, ada yang sedang berdiskusi, serta ada juga meja yang sudah dua kali atau bahkan tiga kali diisi secara bergantian oleh orang yang berbeda.

Bukankah hal tersebut adalah petanda? Bahwasanya dengan aktivitas-aktivitas tersebut
banyak juga yang harus kita kerjakan selain duduk atau nongkrong berlama-lama di cafe. Tapi karena asiknya bercerita akhirnya kita larut dan lupa akan waktu.

Dan seperti itulah memang Petanda adanya, bisa berupa dalam bentuk apapun. Bukan cuman sekedar teguran. Kita mungkin terlalu sering meremehkan hal-hal yang menurut kita
biasa saja, padahal bisa jadi hal rersebut adalah sebuah petanda. Karena tanda akan selalu membawa kabar dan akan memandu dalam setiap aspek kehidupan.

Belajar Untuk Selalu Bersyukur
“Setiap berkah yang tidak kita hiraukan, berubah menjadi kutukan.”

Sang Alkemis juga mengisahkan tentang cara bersyukur. Bersyukur yang dimaksud
tidaklah sempit, bahkan begitu menarik, karena kebanyakan dari kita mendefinisikan bersyukur adalah menolak dari berbagai hal duniawi (mungkin kita sudah merasa cukup) untuk hidup seadanya.

Sang Alkemis menegaskan, bahwa jangan pernah menolak rejeki, karena bisa jadi rejeki tersebut berubah menjadi sebuah malapetaka untuk kita sendiri. Bersyukur untuk segala hal kebaikan menjadi kunci utama dalam setiap perjalanan kita. Karena rejeki akan selalu datang begitu saja dan dalam keadaan apa saja, entah rejeki tersebut berbentuk dalam sebuah musibah ataupun berkah.

Karena begitu banyaknya berkah yang kita terima, terkadang membuat kita lupa untuk
bersyukur. Contoh sederhanya adalah Ketika kita punya uang yang cukup untuk membeli
sebuah makanan, namun tiba-tiba ada orang yang memberi kita makan lalu kita menolak
makanan tersebut. Padahal bisa jadi uang yang kita punya adalah untuk keperluan yang lain dan Tuhan ternyata telah mengaturnya.

Kehidupan Kita Sangatlah Penting, Maka Jangan Sia-siakan

“Cinta sejati, dari siapapun itu baik keluarga, kekasih, teman, atau orang-orang
penting lainnya, seharusnya tidak membuat anda menjadi terhambat untuk mengejar takdir anda, mengejar mimpi-mimpi anda”

Satu lagi petikan yang membuatku terinspirasi. Lewat kalimat tersebut saya dapat
memaknai bahwa, hidup ini hanya sekali, jangan pernah berhenti. Apakah kita memilih untuk menjadi baik atau biasa-biasa saja? Pilihan ada ditangan kita dan karena kita pulalah yang menjalaninya.

“Kalau kita berusaha menjadi lebih baik, segala sesuatu di sekitar kita akan menjadi
lebih baik”.

Seperti itulah lanjutan pesan penting dari novel Sang Alkemis. Sang Alkemis menuntun
kita untuk benar-benar menjalani hidup dengan bahagia. Selain itu, menghargai setiap keadaan serta menjalaninya dengan ketekunan.

“hal-hal sederhana juga merupakan hal yang paling luar biasa”.

Lanjutnya..

Pada akhirnya, Sang Alkemis menegaskan bahwa kita semua manusia adalah Alkemis.
Walau secara explisit didiefinisikan sebagai kemampuan mengubah logam biasa menjadi emas.

Ternyata Banyak alkemis yang gagal dalam mewujudkannya, karena mereka hanya mencari harta yang ditakdirkan, tapi tidak mau menjalani takdirnya.

Pada akhir kisah, Santiago akhirnya berhasil menemukan hartanya. Melalui kisahnya
yang berakhir bahagia, tentu novel Sang Alkemis akan dianggap seperti novel – novel pada
umumnya.

Tapi, cobalah untuk merenungi kisah perjalanan yang dilalui sang bocah untuk
mencapai impiannya, Kita mungkin saja akan mendapati lebih banyak hikmah.

Tentu, masih banyak pesan moral yang bisa didapatkan dalam buku Sang Alkemis.
Pesan oral tersebut hanya bisa kita dapatkan kalau kita membacanya.
Selamat membaca

Terpopuler

Terbitan Panduan Ibadah Ramadan Kemenag Selama Pandemi Covid-19

Durasi.id – Kementrian Agama (Kemenag) menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Wabah...

Kingdom: Jadi Anak Raja tidak Selalu Memuaskan!

Judul Series: Kingdom Tahun Rilis: 2019-? Sutradara: Kim Seong-Hun Genre: Action, Drama, Horror Durasi: 45 Menit/episode Produser: AStory Pertama-tama, harus saya katakan...

Yoo Jae-Suk , dari Belalang Hingga Menjadi MC Nasional Korea

Siapa yang tidak kenal dengan selebriti asal Korea Selatan yang satu ini? Yoo Jae-Suk adalah seorang komedian asal Korea Selatan, yang sudah...

Ini Jenis Perundungan yang Harus Kamu Tahu

Perundungan atau bullying merupakan tindakan agresif yang melibatkan ketidakseimbangan sehingga merugikan orang lain. Perilaku perudungan biasanya dilakukan oleh sosok yang merasa punya...

Keberlangsungan Aktivitas Lembaga Kemahasiswaan Selama Masa Pandemi

Status pandemi punya dampak dan hubungan yang kuat dengan sektor-sektor lain, tidak hanya kesehatan. Situasi tersebut kemudian juga dirasakan oleh lembaga kemahasiswaan yang katanya tidak mengenal istilah “libur”. Kami punya beberapa ulasan mengenai aktivitas lembaga kemahasiswaan yang sampai hari ini masih tetap berjalan, silahkan simak ulasan kami.

Into the Night: Bertahan Hidup Anti Mainstream di Tengah Apokaliptik Bumi

Kalian penggemar cerita apokaliptik bumi? Serial TV yang baru saja rilis awal Mei ini mungkin bisa jadi salah satu pilihan tayangan hiburan. Tapi apakah tontonan ini benar-benar worth it?